Heboh! 300 BUMD Merugi Rp 5,5 Triliun, Tito Karnavian: Banyak Diisi Timses Tak Profesional

JAKARTA, Update Cerita Indonesia — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap fakta mengejutkan terkait kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia. Dari 1.091 BUMD yang ada, sebanyak 300 BUMD tercatat mengalami kerugian dengan total mencapai Rp 5,5 triliun.

Dalam pernyataannya, Tito menyoroti penyebab utama dari buruknya kinerja BUMD, yakni praktik politisasi jabatan, di mana banyak posisi strategis seperti direksi dan komisaris diisi oleh tim sukses (timses) kepala daerah yang tidak memiliki kompetensi profesional.

"Ya boleh juga dari tim sukses, asal profesional. Tapi kalau nggak, ya jadi beban," tegas Tito dalam forum resmi.

Tito juga menyampaikan bahwa sebagian besar BUMD tidak dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing. Misalnya, daerah yang memiliki potensi sektor pertanian justru mengelola BUMD di bidang konstruksi, atau wilayah yang unggul dalam pariwisata malah mengelola usaha pertambangan.

Selain itu, Tito mengungkap bahwa kontribusi dividen BUMD hanya sekitar 1?ri total aset, dan laba BUMD pun hanya 1,9?ri total aset. Angka ini memperlihatkan lemahnya tata kelola dan efektivitas usaha yang dijalankan oleh banyak BUMD di berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Tito mendorong DPR RI untuk mendukung pembentukan Undang-Undang tentang BUMD. Regulasi ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan BUMD menjadi lebih akuntabel, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.

"Kita butuh dasar hukum yang lebih kuat agar BUMD tidak lagi jadi tempat menampung balas jasa politik, tapi benar-benar dikelola untuk kemajuan daerah," tandas Tito.(Syah)

UpdateCerita TV