FSGI Desak Mendikdasmen Hentikan Program Kontroversial Dedi Mulyadi

JAKARTA, Update Cerita Indonesia — Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, untuk segera turun tangan menyikapi kebijakan kontroversial yang dikeluarkan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Desakan ini muncul setelah pencopotan mendadak Kepala Sekolah SMAN 6 Depok karena mengizinkan study tour ke Bali, meskipun terdapat larangan dari pemerintah provinsi.

Dalam pernyataan resminya, FSGI mengkritik langkah Dedi Mulyadi yang dinilai otoriter dan tidak mengedepankan prinsip due process. 

“Harusnya ada sidang etik terlebih dahulu. Jangan langsung mencopot kepala sekolah tanpa pertimbangan menyeluruh,” ujar Sekjen FSGI, Heru Purnomo.

FSGI juga menilai bahwa kebijakan larangan study tour yang diberlakukan secara mendadak tanpa dialog dengan pemangku kepentingan di sekolah menyebabkan kebingungan di lapangan. 

SMAN 6 Depok disebut telah merencanakan kegiatan tersebut jauh hari dan telah melibatkan orang tua murid dalam prosesnya.

Sebagai langkah konkret, FSGI menyampaikan empat rekomendasi kepada Mendikdasmen, termasuk pentingnya evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan pendidikan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip keadilan, transparansi, dan pemberdayaan guru. 

Organisasi ini juga menekankan bahwa fokus utama seharusnya bukan pada pencitraan kebijakan, melainkan pada peningkatan kualitas guru dan pembelajaran.

“Kami meminta Mendikdasmen untuk mengevaluasi kebijakan Pj Gubernur Jabar dan menghentikan program-program yang berpotensi merugikan dunia pendidikan,” kata Heru.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dedi Mulyadi belum memberikan tanggapan resmi atas desakan tersebut.(Syah)

UpdateCerita TV