Dugaan Kerusakan Rumah di Samping SMK Bina Tehnika Jadi Sorotan, Kadus Dorong Musyawarah dan Transparansi

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Menyusul munculnya keluhan seorang warga terkait dugaan dampak pembangunan SMK Bina Tehnika terhadap rumah tinggalnya, Kepala Dusun (Kadus) Desa Dayeuh, Firman Nurzaman, memberikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang di masyarakat.

Dalam keterangannya kepada tim media pada Minggu (14/6/2026), Firman mengaku baru mengetahui adanya keluhan tersebut setelah dikonfirmasi oleh wartawan.

"Saya baru kali ini mengetahui adanya keluhan tersebut," ujar Firman.

Menurut Firman, hingga saat ini pihak dusun belum pernah menerima laporan atau pengaduan resmi dari warga yang mengaku mengalami kerugian akibat pembangunan gedung sekolah tersebut.

"Sampai sekarang belum ada laporan yang masuk kepada saya terkait dugaan kerusakan rumah atau dampak pembangunan sekolah," katanya.

Meski demikian, Firman membenarkan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah setempat sebelum pembangunan dilaksanakan. Ia juga menyebut pihak dusun dilibatkan dalam proses pemberitahuan terkait pembangunan tersebut.

Terkait dugaan kerusakan rumah warga yang kini dipersoalkan, Firman mengaku belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi karena belum adanya laporan yang diterima secara resmi.

"Saya belum melakukan peninjauan karena memang belum ada laporan yang disampaikan kepada saya. Namun setelah adanya informasi ini, saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu," ujarnya.

Firman juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya tidak menerima keluhan serupa dari warga lain yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

"Sampai saat ini tidak ada warga lain yang menyampaikan keluhan yang sama kepada pihak dusun," ungkapnya.

Mengenai kondisi drainase bangunan sekolah yang menjadi salah satu sorotan warga, Firman menilai secara umum tidak ditemukan permasalahan yang signifikan berdasarkan pengamatannya.

"Menurut saya sejauh ini aman-aman saja," katanya.

Meski demikian, Firman menegaskan pihak dusun tetap akan bersikap terbuka dan objektif dalam menyikapi persoalan yang muncul. Ia menyatakan siap melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Firman juga mengungkapkan bahwa pihak dusun pernah meminta klarifikasi kepada pihak sekolah terkait persoalan yang berkembang. Namun hingga kini persoalan tersebut dinilai belum menemukan titik temu yang dapat diterima oleh semua pihak.

"Permasalahan ini belum mendapatkan titik temu. Karena itu perlu ada komunikasi yang lebih terbuka antara pihak-pihak terkait," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kompensasi bagi warga yang merasa dirugikan, Firman mengatakan hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya bentuk bantuan atau ganti rugi dari pihak sekolah.

"Belum ada informasi mengenai kompensasi atau bantuan kepada warga yang merasa dirugikan," katanya.

Meski belum menemukan indikasi adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan maupun tata bangunan, Firman menilai persoalan tersebut tetap perlu dikaji secara objektif melalui pemeriksaan lapangan dan dialog antara para pihak.

Sebagai aparat kewilayahan, Firman menegaskan dirinya akan mengambil posisi netral dan mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan yang muncul.

"Sebagai Kepala Dusun, saya harus berdiri di tengah secara objektif, mengayomi warga sekaligus mendukung kemajuan fasilitas pendidikan di wilayah kita. Saya akan meminta kedua belah pihak duduk bersama. Saya yakin sekolah memiliki niat baik untuk mencerdaskan anak-anak, sementara warga juga mendukung kemajuan lingkungan. Dengan dialog yang transparan dan solusi yang nyata, saya optimistis persoalan ini dapat diselesaikan tanpa merugikan salah satu pihak," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Bina Tehnika masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan tanggapan atas berbagai keluhan yang disampaikan warga.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber terkait dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan informasi, serta Kode Etik Jurnalistik.(F)

UpdateCerita TV