Diduga Tebang Pilih, DPRD Bogor Komisi I Disorot dalam Kasus Pembangunan Sekolah
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Polemik penggunaan taman fasos fasum di Perumahan Permata Cibubur untuk pembangunan sekolah oleh Yayasan Pendidikan SMK Bina Mandiri Multimedia kian memanas. Paguyuban Ruko Permata Cibubur menyatakan penolakan keras terhadap alih fungsi taman tersebut.
Meski DPRD Kabupaten Bogor Komisi I telah melakukan inspeksi mendadak (sidak), penolakan warga tetap berlanjut. Mereka menegaskan, jika memang sudah ada izin pinjam pakai dari Bupati Bogor, maka dokumen tersebut harus segera ditunjukkan. Namun, bila izin belum terbit, proyek pembangunan diminta dihentikan.
“Kami bukan menolak pembangunan sarana pendidikan, tapi kami menolak penggunaan taman yang dijadikan jalan mobil molen besar untuk proyek sekolah. Itu jelas fasos fasum milik warga Permata Cibubur,” ujar Suparso, Ketua Paguyuban Ruko Permata Cibubur, Minggu (31/8/2025).
Menurutnya, keterbukaan sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan. “Kalau memang ada izin dari Bupati Bogor soal pinjam pakai, tunjukkan kepada kami. Supaya jelas dan bisa kami sampaikan juga kepada anggota paguyuban,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suparso menyoroti sidak DPRD Kabupaten Bogor Komisi I yang dinilai tidak adil dan terkesan pesanan. Sidak hanya fokus pada akses jalan, sementara dugaan pembangunan sekolah tanpa izin tidak disentuh sama sekali.
“Sidak Komisi I DPRD Bogor aneh, seperti pesanan. Pembangunan sekolah yang jelas-jelas belum ada izinnya malah dibiarkan. Sementara akses jalan dipermasalahkan. Ini tebang pilih,” tegasnya.
Paguyuban berencana meminta audiensi resmi dengan DPRD Kabupaten Bogor agar persoalan ini dibahas secara terbuka. “Kami berharap DPRD Komisi I mengundang kami dalam forum mediasi. Supaya masalah ini jelas dan terang benderang,” pungkas Suparso.(F,)