Diduga Cabuli Muridnya Oknum Guru Pesantren Ar-Ridwan Bekasi Dipolisikan

BEKASI, Update Cerita Indonesia - Oknum guru berinisial AM di salah satu pesantren Ar-Ridwan Islamic Boarding School Jalan Wibawa Mukti RT 006 RW 001 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, diduga mencabuli Dua (2) orang santri MRA berusia 14 tahun dan MFA 13 Tahun.

Korban didampingi keluarganya telah melaporkan AM ke polisi Kamis 23 Januari 2025 sekitar pukul 01:10 WIB Ke Polres Metro Bekasi Kota.

"Betul kami sudah laporkan kepolisian seorang oknum guru di Pesantren Ar-Ridwan Islamic Boarding School atas dugaan pencabulan keponakan saya", ujar keluarga korban inisial AK. Sabtu (25/2/2025)

Kasus dugaan pencabulan itu terjadi di asrama pesantren tempat korban menimba ilmu agama dan kedua korban tiba-tiba pulang kerumah lalu menangis 

"Mereka itu makan dan tidur di asrama pesantren itu, Namun tiba-tiba pulang kerumah dengan alasan ke pihak pesantren mau ke Loundry, karena curiga saya tanya mereka ada apa, dan mengaku", jelasnya

AK mengatakan dari pengakuan korban, pencabulan itu sudah terjadi berkali-kali dari tahun 2023 hingga 2024. Terlapor melancarkan aksinya dengan dalih memberikan pembinaan.

"Kedua korban menangis lalu bercerita saat korban tidur di asrama tiba-tiba terlapor yang bekerja sebagai guru dan pengasuh di asrama menghampiri korban lalu menggerayangi korban, kemudian mengesek-gesekan kemaluannya ke dubur korban dan memeluk serta menciumi korban, kemalun korban juga dipegang oleh terlapor dan aksi ini sudah berulangkali dilakukan terlapor dari tahun 2023 hingga 2024", ungkapnya 

Lanjutnya akibat kejadian ini korban jadi takut bergaul dan sekarang lebih banyak murung, dan juga saat ini sekolahnya di off karena masih trauma.

"Korban mengalami perubahan mental yang drastis lebih banyak murung takut bergaul dan sekolah kami off dulu karena akan pemulihan psikologis", ucapnya 

Atas hal ini pelapor sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi yang mana seharusnya sekolah tempat belajar dan menimba ilmu adalah tempat aman namun sebaliknya malah jadi korban pencabulan.

"Sangat disayangkan kejadian ini terjadi di sekolah terlebih ini pesantren yang notabene pelajaran lebih banyak soal agama seharusnya aman dan  tidak terjadi, Pihak pesantren dalam hal ini gagal dalam menjalankan tugas sebagai pengajar dan pendidik sehingga bisa lolos dari pantauan sekolah dan mirisnya pelaku adalah guru yang seharusnya menjaga dan mendidiknya", katanya.

Ia berharap kepada  Polres Bekasi Kota kasus ini cepat ditangani dan oknum gurunya cepat ditangkap agar tak ada lagi korban berikutnya 

"Semoga cepat ditangani dan ditindak oleh polisi oknum guru tersebut karena khawatir akan ada korban berikutnya", harapnya

Sementara pihak Pesantren Ar-Ridwan Islamic Boarding School saat dikonfirmasi langsung dikantor Senin  (10/2/2025) soal kejadian tersebut belum bersedia menjawab.(F)

UpdateCerita TV