Di Mediasi Amerika Serikat India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata

NEW DELHI, Update  Cerita Indonesia — India dan Pakistan sepakat untuk melakukan gencatan senjata penuh dan segera, menyusul eskalasi militer yang sempat mengancam stabilitas kawasan Asia Selatan. 

Kesepakatan ini dicapai pada Sabtu (10/5/2025) waktu setempat setelah mediasi intensif yang dipimpin Amerika Serikat.

Kesepakatan diumumkan secara resmi oleh Presiden AS Donald Trump melalui media sosial, yang menyebut perjanjian tersebut sebagai "terobosan diplomatik besar." Dalam pernyataannya, Trump memuji kedua negara atas "kebijaksanaan dan keberanian politik" dalam memilih jalur damai.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat tajam sejak serangan teroris pada 22 April di wilayah Kashmir yang dikuasai India, yang menewaskan sedikitnya 26 warga sipil. 

India menuduh kelompok militan berbasis di Pakistan sebagai pelaku serangan, dan segera membalas dengan serangan udara ke wilayah Pakistan. 

Pakistan merespons dengan aksi militer serupa, menyebabkan puluhan korban jiwa di kedua belah pihak.

Setelah lebih dari 48 jam diplomasi darurat yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance, kedua negara sepakat untuk menghentikan semua aksi militer di darat, udara, dan laut, efektif mulai pukul 17.00 waktu setempat pada 10 Mei.

Gencatan senjata ini mendapat dukungan luas dari komunitas internasional, termasuk Inggris, Arab Saudi, Turki, China, dan negara-negara G7, yang seluruhnya menyerukan de-eskalasi dan penyelesaian damai. 

Sebagai langkah lanjutan, pembicaraan antara perwira militer tinggi India dan Pakistan dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei untuk membahas pengurangan ketegangan jangka panjang.

Meski gencatan senjata telah berlaku, situasi di sepanjang perbatasan tetap siaga. Pemerintah India menegaskan akan tetap waspada terhadap potensi ancaman, sementara Pakistan menyatakan komitmennya terhadap perdamaian regional.

Konflik antara India dan Pakistan, khususnya di wilayah Kashmir, telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Gencatan senjata terbaru ini dipandang sebagai momen penting yang berpotensi membuka kembali jalur diplomasi yang sempat tertutup rapat.(Syah)

UpdateCerita TV