Dewan Edi Sudrajat Serap Aspirasi Warga Cidahu dalam Reses ke-3 Tahun 2025
SUKABUMI, Update Cerita Indonesia - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Sudrajat, menggelar kegiatan Reses ke-3 Masa Sidang III Tahun 2025 di Gedung Aula Kantor Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan dan menyerap aspirasi masyarakat. Dalam reses kali ini, Edi Sudrajat menerima berbagai masukan dari warga, khususnya masyarakat Desa Cidahu dan Desa Jayabakti, mencakup isu-isu seperti infrastruktur, pipanisasi air bersih, kesehatan, pendidikan, hingga penanganan sampah.
“Reses ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga merupakan sarana penting bagi kami untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami teruskan kepada dinas-dinas terkait di Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk ditindaklanjuti,” ujar Edi Sudrajat.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan terlibat dalam proses pembangunan daerah melalui komunikasi yang produktif.
“Kami sebagai wakil rakyat akan terus siap menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan Kabupaten Sukabumi. Insya Allah, kami akan kawal dan perjuangkan secara optimal,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Cidahu, H. Asep Saepul Parlan, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Edi Sudrajat terhadap masyarakat Desa Cidahu.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Dewan Edi Sudrajat bisa hadir dan mendengarkan langsung keluhan serta harapan warga kami. Kami berharap, apa yang disampaikan masyarakat bisa diperjuangkan dan direalisasikan di tahun 2026. Terima kasih atas respons cepat dan perhatian dari Pak Dewan,” ujar H. Asep.
Kegiatan reses ini diharapkan mampu mempererat komunikasi antara legislatif dan masyarakat serta menjadi jembatan solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi di tingkat desa.(Yogi Ramlan)