Dasco Puji Nanik S. Deyang: Rajin Sidak dan Tegas Tutup Dapur MBG Bermasalah
JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terus menjadi perhatian publik. Perombakan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menilai penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN merupakan langkah yang tepat. Menurut Dasco, Nanik memiliki pengalaman langsung dalam mengawasi pelaksanaan program selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Dasco mengungkapkan bahwa Nanik dikenal aktif melakukan monitoring ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, ia disebut kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah dapur penyedia makanan dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang dinilai tidak memenuhi standar operasional.
“Beliau cukup aktif turun ke lapangan, melakukan pengawasan, dan tidak segan mengambil tindakan terhadap dapur-dapur yang tidak memenuhi standar,” ujar Dasco.
Nanik S. Deyang kini resmi menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Dalam perombakan tersebut, dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga turut diganti sebagai bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan BGN.
Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah. Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah kalangan menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis ke depan tidak hanya ditentukan oleh pergantian figur pimpinan semata, tetapi juga oleh sistem pengawasan yang kuat, transparansi pengelolaan anggaran, serta koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari jajaran pimpinan baru BGN dalam menjawab berbagai tantangan yang muncul selama pelaksanaan program. Harapan besar disematkan agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Pergantian pimpinan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat tata kelola program strategis nasional agar mampu memenuhi ekspektasi publik dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.Catatan Redaksi: Pergantian pimpinan dapat menjadi momentum perbaikan, namun keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis pada akhirnya akan diukur dari kualitas pelaksanaan di lapangan, efektivitas pengawasan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat penerima program.(Man)