Dari Pemilah Sampah ke Kursi Kepala Desa, Surya Tumbangkan Petahana di Pilkades Mekarwangi

BEKASI, Update Cerita Indonesia – Tak pernah terbayang bagi Surya (46), seorang pemilah sampah dari Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dapat melangkah hingga menduduki kursi kepala desa.

Sehari-hari, Surya bekerja memilah sampah yang berasal dari aktivitas pabrik. Barang-barang yang masih memiliki nilai ekonomis dipisahkan untuk kemudian dijual kembali. Dari pekerjaan tersebut, Surya menghidupi keluarganya.

Kondisi ekonomi yang sederhana tidak menyurutkan langkahnya untuk mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarwangi 2026. Namun, keputusan tersebut sempat mendapat keraguan dari sejumlah orang.

Surya mengaku sempat menerima komentar yang meragukan kemampuannya mencalonkan diri karena kondisi ekonominya.

“Orang susah enggak punya duit ingin mencalonkan,” ujar Surya menirukan ucapan yang pernah diterimanya, Senin (21/9/2026).

Ia juga mengaku sempat dibandingkan dengan calon lainnya. Bahkan, persaingan tersebut dianalogikan seperti “semut melawan gajah”, yang menggambarkan adanya anggapan bahwa peluang Surya sangat kecil.

Menurut Surya, keputusannya maju dalam Pilkades bukan semata-mata karena pertimbangan materi. Ia mengatakan pencalonannya berawal dari keinginan pribadi yang kemudian mendapat dukungan dari sejumlah masyarakat dan rekan-rekannya.

“Saya dari hati sendiri. Saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman. Semua support untuk mencalonkan sebagai kepala desa,” katanya.

Dalam Pilkades Mekarwangi 2026, Surya berhadapan dengan calon petahana, Subur Rustadi. Berdasarkan hasil penghitungan suara yang disampaikan, persaingan keduanya berlangsung ketat.

Surya memperoleh 4.107 suara, sementara Subur Rustadi mendapatkan 4.015 suara. Dengan demikian, Surya unggul 92 suara atas calon petahana tersebut.

Kemenangan itu menjadi bagian penting dari perjalanan Surya, yang sebelumnya menjalani kehidupan sebagai pemilah sampah, hingga akhirnya memperoleh kepercayaan melalui kontestasi Pilkades Mekarwangi 2026.

Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa latar belakang pekerjaan dan kondisi ekonomi seseorang tidak secara otomatis menentukan sejauh mana seseorang dapat berpartisipasi dalam kehidupan pemerintahan di tingkat desa. Namun, setelah terpilih, tanggung jawab Surya sebagai kepala desa akan mencakup seluruh masyarakat Desa Mekarwangi tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik dalam Pilkades.(Red)

UpdateCerita TV