“Bukan Tukang Ngendus”, Video Guru Periksa Makanan MBG Picu Kritik Warganet
JAKARTA, Update Cerita Indonesia – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru mengendus makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas di media sosial dan memicu perbincangan publik.
Dalam rekaman tersebut, guru yang belum diketahui identitasnya terlihat memeriksa aroma makanan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Ia kemudian menyampaikan keberatan terhadap aktivitas tersebut karena menilai tugas utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran.
"Guru sekarang berubah fungsi jadi anjing pelacak. Kan kita mau mengajar, bukan jadi tukang ngendus makanan MBG kayak gini," ujar guru tersebut dalam video yang beredar.
Video itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan pembagian tugas dalam pelaksanaan program MBG, khususnya mengenai pihak yang bertanggung jawab melakukan pemeriksaan mutu dan keamanan makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Sorotan tersebut muncul karena pemeriksaan makanan menyangkut aspek keamanan pangan. Publik mempertanyakan apakah pemeriksaan aroma oleh guru merupakan bagian dari prosedur resmi pelaksanaan MBG atau hanya langkah pemeriksaan tambahan di tingkat sekolah.
Sementara itu, beredar informasi bahwa pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa dilakukan sebagai bagian dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, konteks lengkap arahan tersebut serta standar operasional yang berlaku di sekolah terkait pemeriksaan makanan perlu dikonfirmasi kepada BGN dan pihak penyelenggara MBG.
Di sisi lain, kritik warganet juga menyoroti potensi bertambahnya beban tugas guru apabila pemeriksaan fisik makanan secara rutin dibebankan kepada tenaga pendidik. Sejumlah pihak berpendapat bahwa aspek keamanan dan mutu makanan semestinya memiliki mekanisme pengawasan yang jelas sejak proses pengolahan hingga makanan diterima siswa.
Persoalan ini pada akhirnya bukan hanya mengenai aktivitas seorang guru dalam video, tetapi juga menyangkut kejelasan standar operasional prosedur (SOP), pembagian kewenangan, kompetensi pemeriksa, serta mekanisme pertanggungjawaban apabila ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
Hingga berita ini disusun, konteks lengkap video, lokasi sekolah, identitas guru, serta apakah tindakan tersebut merupakan prosedur resmi MBG belum dapat dipastikan secara independen.
BGN dan pihak terkait perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai prosedur pemeriksaan makanan MBG di sekolah, termasuk siapa yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan, parameter yang digunakan, serta bagaimana tindak lanjut apabila makanan dinilai bermasalah.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, publik dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan pengawasan makanan MBG sekaligus memastikan program tersebut berjalan dengan standar keamanan pangan yang jelas tanpa mengaburkan tugas utama tenaga pendidik.(Red)