Bogor Timur Digadang Jadi “Puncak Baru”, Pemerintahan Rudy Susmanto Diuji Realisasi Wisata Berkelanjutan
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bogor kembali menjadi perhatian publik di era kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade. Di tengah gencarnya pembangunan berbagai sektor, pariwisata disebut menjadi salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi Kabupaten Bogor yang sejahtera, nyaman, gemilang, dan istimewa.
Pemerhati sosial dan pembangunan, Johnner Simanjuntak, menilai Kabupaten Bogor memiliki potensi wisata yang sangat besar namun belum tergarap maksimal pada pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, kawasan wisata seperti Puncak yang telah dikenal luas hingga wilayah timur seperti Sukamakmur, Jonggol, dan Tanjungsari menyimpan potensi alam yang luar biasa untuk dikembangkan.
Namun, menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur penunjang wisata masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah daerah.
“Daerah sebesar Kabupaten Bogor semestinya memiliki akses jalan wisata yang memadai. Inilah yang selama ini dinantikan masyarakat agar segera direalisasikan,” ujarnya. Sabtu (23/5/2026)
Kabupaten Bogor sendiri memiliki 40 kecamatan, 417 desa, dan 17 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 5,66 juta jiwa. Kondisi geografis dan besarnya populasi dinilai membutuhkan perencanaan pembangunan yang terintegrasi, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.
Johnner juga menyoroti pentingnya pembangunan pariwisata berbasis keberlanjutan atau sustainable development. Menurutnya, pariwisata modern tidak hanya berorientasi pada objek wisata semata, melainkan turut melibatkan pengembangan sumber daya manusia kreatif, UMKM lokal, budaya daerah, digitalisasi promosi, hingga pelestarian lingkungan.
Ia mengapresiasi komitmen Rudy Susmanto yang beberapa kali menyampaikan pentingnya pembangunan berkelanjutan di semua sektor. Komitmen tersebut dinilai menjadi momentum untuk menghadirkan pembangunan nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Pariwisata jangan hanya menjadi slogan atau wacana. Harus ada langkah strategis yang realistis dan terukur,” katanya.
Wilayah Bogor Timur seperti Sukamakmur dan Jonggol bahkan dinilai berpotensi menjadi “Puncak Baru” dengan konsep wisata yang lebih tertata, terjangkau, dan alami. Potensi tersebut disebut dapat menjadi alternatif destinasi wisata unggulan jika didukung infrastruktur jalan, konektivitas wilayah, serta tata kelola yang baik.
Di sisi lain, masyarakat kini menunggu realisasi konkret dari berbagai program pembangunan yang telah disampaikan pemerintah daerah, khususnya dalam membuka akses ekonomi baru melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.(F)