Balita Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Gubernur Jabar Sampaikan Duka dan Permintaan Maaf
SUKABUMI, Update Cerita Indonesia – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi tragis seorang balita asal Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang. Bocah bernama Raya (3–4 tahun), warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meregang nyawa dalam kondisi memprihatinkan.
Dalam rekaman berdurasi 9 menit yang diunggah akun relawan Rumah Teduh, terlihat Raya terbaring kritis di ICU. Puluhan cacing hidup dengan panjang hingga 15 sentimeter keluar dari hidung, mulut, hingga anusnya. Video tersebut viral di Facebook dan telah ditonton lebih dari 9 juta kali.
Riwayat Gizi Buruk
Penelusuran menunjukkan, sejak bayi Raya mengalami masalah gizi. Catatan bidan desa menyebutkan berat badannya selalu berada di bawah garis merah (BGM). Ia sempat beberapa kali dirujuk ke puskesmas dan ahli gizi, bahkan menerima obat cacing terakhir pada Februari 2025. Namun, keluarga disebut tidak konsisten mengikuti rujukan medis.
Kondisi keluarga juga serba sulit. Sang ibu mengalami gangguan kejiwaan, ayahnya menderita TBC, sementara Raya diasuh oleh neneknya. Lingkungan tempat tinggal mereka pun tidak sehat, dengan kolong rumah panggung yang kotor dan dipenuhi kotoran ayam.
Respons Pemerintah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus permintaan maaf atas peristiwa ini. Ia menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan anak.
“Saya meminta maaf atas kejadian tragis ini. Kita harus memastikan anak-anak Jawa Barat mendapatkan lingkungan yang sehat dan perawatan yang layak,” ujar Dedi, dikutip dari Jawapos.
Relawan Rumah Teduh yang turut membantu perawatan Raya mendapat apresiasi dari Gubernur. Ia berjanji akan mengevaluasi penanganan kesehatan masyarakat agar kasus serupa tidak terulang.
Pengingat Bahaya Sanitasi Buruk
Kasus Raya menjadi pengingat serius tentang bahaya infeksi cacing akibat sanitasi buruk dan gizi tidak tercukupi. Para ahli kesehatan menegaskan, pencegahan dapat dilakukan dengan rutin memberi obat cacing, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan asupan gizi anak terpenuhi.(Syah)