Baim Tantang Kontestasi BPD Mekarsari 2027–2035, Bawa Isu Transparansi dan Aspirasi Warga

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Dinamika pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mulai menghangat. Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda mulai menunjukkan kesiapan untuk mengikuti kontestasi pemilihan anggota BPD untuk masa jabatan 2027–2035.

Salah satu tokoh muda yang menyatakan kesiapannya adalah Muhammad Ibrahim atau yang akrab disapa Baim. Ia menyatakan siap mencalonkan diri sebagai Anggota BPD Desa Mekarsari dengan membawa amanah dari warga wilayah RW 003.

Baim menilai, BPD memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Menurutnya, BPD tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga pelengkap pemerintahan desa, tetapi harus mampu menjadi jembatan komunikasi yang aktif, kritis, dan solutif antara masyarakat dengan pemerintah desa.

Dalam penyampaian kesiapannya, Baim mengusung visi “Mewujudkan Desa Mekarsari yang maju, sejahtera, dan berkeadilan dengan partisipasi masyarakat.”

“Partisipasi masyarakat merupakan kunci agar setiap kebijakan pemerintah desa benar-benar menjawab kebutuhan warga, terutama kebutuhan masyarakat di tingkat RT dan RW,” ujar Baim saat ditemui di depan Kantor Kecamatan Cileungsi, Kamis (13/8/2026).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Baim menyiapkan sejumlah misi yang akan menjadi dasar apabila dirinya mendapat kepercayaan masyarakat.

Pertama, mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, termasuk mengawal keterbukaan dalam pengelolaan anggaran serta proses pengambilan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Kedua, memperkuat perekonomian dan kesejahteraan sosial masyarakat melalui dukungan terhadap pemberdayaan UMKM, program pengentasan kemiskinan, serta mendorong agar bantuan sosial dan fasilitas umum dapat diberikan secara adil dan tepat sasaran.

Ketiga, mendorong pembangunan yang inklusif dan merata, baik melalui peningkatan kualitas infrastruktur desa maupun penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan masyarakat.

Keempat, menjaga lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan kondusif dengan memperkuat komunikasi serta sinergi antara tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen warga.

Baim juga menegaskan bahwa integritas akan menjadi salah satu prinsip utama apabila dirinya mendapat kepercayaan untuk duduk sebagai anggota BPD Desa Mekarsari.

Menurutnya, BPD harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“BPD adalah wadah bersuara milik warga. Saya siap hadir untuk mendengarkan, memperjuangkan, dan memastikan suara dari RW 003 dapat didengar secara utuh di tingkat Desa Mekarsari,” tegasnya.

Kontestasi pemilihan BPD Desa Mekarsari sendiri diperkirakan akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan figur yang dinilai mampu menjalankan fungsi representasi warga secara bertanggung jawab.

Dengan mengedepankan prinsip partisipatif dan amanah, Baim berharap proses pemilihan BPD dapat berlangsung secara demokratis, transparan, serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat Desa Mekarsari.(Red)

UpdateCerita TV