Atap Sekolah Ambruk Saat KBM Puluhan Siswa Terluka Aktivis: Ini Bukan Kecelakaan, Tapi Kejahatan Anggaran

BOGOR, Update Cerita Indonesia – Insiden tragis terjadi di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu pagi (10/9/2025). Atap empat ruang kelas ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, menyebabkan puluhan siswa luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Suasana panik menyelimuti sekolah saat runtuhan baja ringan dan meja belajar menimpa para siswa. Beberapa korban terjepit pada bagian tangan dan kaki. Para guru dan siswa lainnya berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Peristiwa ini memicu respons keras dari kalangan aktivis. Ketua DPC LSM Penjara Bogor Raya, Romi Sikumbang, menilai insiden ini sebagai akibat dari dugaan korupsi dan penggunaan bahan bangunan di bawah standar dalam proyek pembangunan gedung sekolah.

“Saya mendorong aparat hukum untuk mengusut dan menjatuhkan hukuman kepada pihak yang bertanggung jawab, bukan hanya kontraktor. Pengawasan proyek harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Romi, Kamis (18/9/2025).

Menurut Romi, jika ditemukan adanya penyimpangan dalam spesifikasi atau material bangunan, maka hal tersebut sudah masuk ranah pidana. Ia menekankan bahwa bangunan sekolah yang ambruk bukan sekadar kecelakaan, melainkan bentuk kelalaian serius yang mengancam keselamatan publik.

“Kami menuntut pertanggungjawaban semua pihak, termasuk pengguna anggaran. Jangan ada impunitas. Anak-anak yang menjadi korban hari ini adalah bukti nyata dari buruknya tata kelola proyek infrastruktur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Romi menegaskan pentingnya sanksi pidana, bukan hanya administratif, bagi pelaku penyimpangan sebagai langkah preventif dan efek jera.

“Bangunan yang seharusnya menjadi tempat belajar aman justru berubah menjadi zona bahaya. Ini kejahatan anggaran yang tidak bisa dibiarkan,” tutupnya.

LSM Penjara Bogor Raya juga menyerukan peningkatan pengawasan terhadap semua proyek infrastruktur publik, terutama sekolah, agar tidak dijadikan ladang korupsi dan penggunaan material asal-asalan. Aktivis menegaskan bahwa uang negara harus digunakan secara maksimal untuk menghasilkan fasilitas yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.(F)

UpdateCerita TV