AS Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza di DK PBB, Dikecam 14 Negara

NEW YORK, Update Cerita Indonesia - Amerika Serikat kembali memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan gencatan senjata permanen dan tanpa syarat di Jalur Gaza serta membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan. Keputusan ini diambil dalam sidang DK PBB pada Rabu (4/6/2025) di markas besar PBB, New York.

Dari 15 anggota DK PBB, 14 negara memberikan suara setuju terhadap resolusi tersebut. AS menjadi satu-satunya negara yang menolak. Dengan kekuatan hak veto sebagai anggota tetap, resolusi tersebut batal diberlakukan.

Wakil Tetap AS untuk PBB, Dorothy Shea, menyatakan bahwa negaranya menolak resolusi karena tidak mencantumkan kecaman terhadap kelompok Hamas dan tidak memasukkan syarat pembebasan sandera. Shea menyebut, dukungan terhadap resolusi tersebut justru dapat mengganggu proses negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung.

Langkah Washington ini memicu reaksi keras dari berbagai anggota DK PBB. Perwakilan Tiongkok, Fu Cong, menilai veto AS sebagai tindakan yang melemahkan legitimasi PBB dan menutup harapan rakyat Palestina. Sementara utusan Pakistan menyebut veto itu sebagai bentuk kemunafikan dan penghambat perdamaian global.

Konflik di Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina. Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut terus memburuk, dengan bantuan kemanusiaan yang semakin sulit disalurkan akibat blokade dan serangan militer yang intens.

Palestina berencana mengajukan resolusi serupa ke Majelis Umum PBB dalam waktu dekat. Meski tidak mengikat secara hukum, langkah ini dinilai dapat mencerminkan posisi moral komunitas internasional.

Sementara itu, Israel menyambut baik keputusan AS, menyebut bahwa gencatan senjata tanpa syarat akan memperkuat Hamas dan menghambat pembebasan sandera. Di sisi lain, tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat, termasuk dari sejumlah negara Eropa yang mulai membatalkan kontrak kerja sama pertahanan.(Syah)

UpdateCerita TV