332 Anak Yatim Terima Santunan, Desa Klapanunggal Siapkan Puncak HUT RI dengan Karnaval dan Pawai Dongdang
BOGOR, Update Cerita Indonesia – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim.
Sebanyak 332 anak yatim di Desa Klapanunggal mendapatkan santunan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81 tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) pukul 15.30 WIB, bertempat di Lapangan Persika, Sindanglengo, Desa Klapanunggal. Agenda santunan tercantum dalam rangkaian Klapanunggal Culture Celebration.
Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin (Gonon), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bernama Klapanunggal Culture Celebration (KCC) dan pelaksanaannya diserahkan kepada lembaga Karang Taruna. Menurutnya, kegiatan santunan tersebut merupakan agenda rutin tahunan dan telah dilaksanakan sebanyak tiga kali.
“Sebanyak 332 anak yatim mendapatkan santunan,” ujar Ade Endang Saripudin.
Ia menjelaskan, santunan tersebut bersumber dari donatur utama, yakni H. Deden, serta sejumlah donatur lainnya.
Menurut Ade, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim sekaligus dilaksanakan sebelum rangkaian pesta rakyat menyambut puncak peringatan HUT RI.
“Tujuannya sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim sebelum dimulainya pesta rakyat menyambut puncak HUT RI,” jelasnya.
Setelah kegiatan santunan, rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di Desa Klapanunggal dilanjutkan dengan kegiatan puncak pada Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB, dengan titik awal di Kantor Desa Klapanunggal dan berakhir di lapangan bola.
Sejumlah kegiatan akan meramaikan agenda tersebut, di antaranya karnaval tingkat SD/MI sederajat, karnaval tingkat SMP, serta pawai dongdang.
Untuk karnaval tingkat SD dan MI sederajat, tercatat sebanyak enam sekolah akan berpartisipasi. Sementara karnaval tingkat SMP diikuti oleh enam sekolah dari wilayah Cileungsi dan Klapanunggal.
Adapun pawai dongdang akan melibatkan warga dari 15 RW di Desa Klapanunggal.
Ade mengatakan, pawai dongdang tidak semata-mata menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk mengenang sejarah sekaligus melestarikan adat dan budaya lokal.
Selain itu, rangkaian kegiatan HUT RI diharapkan mampu mempererat kekompakan dan persatuan masyarakat antarrukun tetangga dan antarrukun warga tanpa membedakan latar belakang.
Menurut Ade, antusiasme masyarakat terhadap rangkaian perayaan HUT RI di Desa Klapanunggal menunjukkan peningkatan dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat persatuan.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI, menurutnya, bukan hanya momentum seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dengan rangkaian santunan anak yatim, karnaval pelajar, hingga pawai dongdang, Pemerintah Desa Klapanunggal bersama masyarakat berupaya menjadikan perayaan HUT RI ke-81 sebagai momentum kebersamaan sekaligus pelestarian budaya lokal.(F)