30 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Digital, Perguruan Tinggi Dorong Daya Saing dan Legalitas Usaha di Era Teknologi
DEPOK, Update Cerita Indonesia – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan pelatihan bertajuk Digitalisasi UMKM melalui Penguatan Marketing, Keuangan Digital, dan Sertifikasi Halal pada 12 Februari 2026 di Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelatihan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Amanina Depok sebagai event organizer dan Kedai Mie Aceh Chrysant sebagai mitra lokasi kegiatan. Sebanyak 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, dan jasa kreatif, mengikuti pelatihan tersebut. Keikutsertaan peserta dari berbagai bidang usaha mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan literasi digital, pengelolaan keuangan modern, serta pemenuhan legalitas usaha di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Lela Nurlaela Wati, menjelaskan bahwa transformasi digital merupakan langkah penting bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya terbatas pada penggunaan media sosial, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan yang tertib, strategi pemasaran berbasis data, serta pemenuhan regulasi seperti sertifikasi halal.
“Digitalisasi UMKM harus dimaknai secara menyeluruh, mulai dari pencatatan keuangan yang transparan, strategi pemasaran yang tepat sasaran, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam sesi keuangan digital, tim PKM memberikan pendampingan praktik penyusunan laporan keuangan berbasis sistem digital sederhana, termasuk pencatatan transaksi harian, laporan laba rugi, dan arus kas. Pendekatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha, sekaligus memperkuat akses terhadap pembiayaan formal.
Sementara itu, materi pemasaran digital difokuskan pada pemahaman segmentasi pasar, penguatan identitas merek, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi. Peserta juga dibimbing untuk memahami pentingnya konsistensi komunikasi merek dan penggunaan analitik digital dalam pengambilan keputusan bisnis.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman terkait prosedur dan manfaat sertifikasi halal, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Sertifikasi halal dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung daya saing UMKM, terutama di sektor kuliner.
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Magister Manajemen yang mempresentasikan prototipe aplikasi Grow UMKM, yang dirancang untuk membantu pelaku usaha dalam menentukan strategi pemasaran digital secara lebih terukur.
Tim PKM menilai pelatihan berbasis praktik ini memberikan dampak positif, terlihat dari adanya transaksi langsung antar peserta dan tamu undangan pada akhir kegiatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat segera diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki tata kelola usaha yang akuntabel, serta memenuhi standar legalitas yang berlaku. Perguruan tinggi juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui program pengabdian yang berkelanjutan.(F)